▴Klik Disini untuk Daftar PPDB Online▴ - MISADA MENUTUP AKHIRUSSANAH DENGAN WISUDA KHOTMIL QUR’AN: MADRASAH YANG KONSISTEN MENCETAK GENERASI
- Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-78 Tahun 2023 MI Sa\'adatuddarain
- Gelaran Agustusan Misada Penuh Kemeriahan
- Rapat Kepala Madrasah Ibtidaiyah KKMI PCC dan Sosialisasi KOM 2023
- Puisi Tanah Sajadah
- Puncak Syiar Ramadhan Misada 1444 H/2023 M
- KEISTIMEWAAN MAKAN SAHUR
- Siswi Misada Berhasil Masuk Final Olimpiade Matematika Tingkat Nasional
- Puasa dan Pesan tentang Kesederhanaan
- Tiga Tingkatan Orang Berpuasa
Puncak Syiar Ramadhan Misada 1444 H/2023 M
Kabar-Misada

Gambar : Galeri Kegiatan Syiar Ramadhan Misada
Jakarta- Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan penuh ampunan. Berbagai macam kegiatan dilaksanakan di bulan ramadahan ini. Syiar Ramadhan yang dibalut dengan kegiatan Gebyar lomba, pesantren kilat, Misada Berbagi (bagi takjil) dan buka puasa bersama.
Tujuan dari acara ini adalah memberikan motivasi kepada siswa dan siswi untuk selalu meningkatkan ibadah dibulan suci ramadahan dan menjadi sahabat Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari awal Ramadhan dan puncaknya pada tanggal 13 April 2023. Kegiatan Syiar Ramadhan 1444 H Misada yang bertema “Puasaku Totalitas, Ramadhanku Berkualitas, Belajarku Tuntas”(13/04/23).
Kegiatan pesantren kilat ini diisi dengan sharing ilmu seputar ramadhan, games, sholat berjama’ah, pembagian hadiah lomba, berbagi takjil, buka puasa bersama dan acara ditutup dengan sholat tarawih berjama’ah. Acara diawali oleh Kepala Sekolah MI Sa’adatuddarain, bapak Fani Ruusul Masail dengan tema membentuk generasi muda islam cerdas dihati, perkataan dan perbuatan. Dalam materinya Bapak Fani Ruusul Masail menyampaikan bahwa ramadhan itu terbagi menjadi 3 fase yaitu pertama, fase rahmat. 10 hari pertama pada bulan Ramadhan ini disebut dengan fase Rahmat atau kasih sayang. Pada fase ini Allah membuka pintu rahmat yang seluas-luasnya. Jadi kita harus berlomba-lomba berbuat kebaikan. Kedua, fase maghfiroh/ampunan. 10 hari kedua pada bulan Ramadhan ini disebut dengan fase maghfiroh/ampunan. Pada 10 hari kedua bulan Ramadhan supaya kita mengejar ampunan dari Allah SWT. Maghfiroh itu diberikan khusus di waktu tersebut demi keselamatan orang yang berpuasa dari dosa-dosa yang telah dilakukannya sebagai bentuk kasih sayang Allah. Ketiga, fase pembebasan dari api neraka. Fase ini terjadi pada 10 hari terakhir dibulan puasa. Juga Kepala Sekolah menyampaikan 4 golongan manusia yang dirindukan Surga, yakni: Orang yang membaca al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberikan makan kepada orang lapar(yang membutuhkan), dan terakhir orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Tausiyah kedua disampaikan oleh bapak Abdul dayan dengan tema Menjadi generasi cerdas dan berakhlaq mulia dengan Al-Qur’an. Bapak Abdul Dayan menyampaikan dalil “Man Ta’alamal Qur’an wa Allamahu” artinya: Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya. Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril. Keutamaan membaca Al-Qur'an, diantaranya: Menuntun ke jalan yang lurus, Merupakan amalan yang paling baik dan Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari Kiamat. Beliau juga memberikan games kuis dan hadiah.
Setelah siswa siswi mendengarkan tausiyah, seluruh siswa dan sisiwi bersiap melaksanakan sholat ashar dan membagikan takjil kepada masyarakat sekitar. Menjelang berbuka, semua siswa dan siswi berkumpul diaula untuk mengikuti kegiatan pembagian hadiah serta Khotmil Qur’an. Selepas adzan Maghrib berkumandang seluruh siswa dan siswi membatlakan puasa, melaksanakan sholat Maghrib berjamaah kemudian menyantap makanan berbuka bersama-sama. Acara ditutup dengan kegiatan sholat tarawih berjamaah.





