Hati-Hati Dengan Bulan Ramadhan
Artikel-Misada

By Ahmad Qurthubih 10 Apr 2023, 09:38:42 WIB Artikel- Literasi Ramadhan
Hati-Hati Dengan Bulan Ramadhan

Gambar : Hj. Siti Djuairiyah, S.Pd.I (Penulis&Guru Misada)


Dalam satu kesempatan, Rasulullah saw menyatakan bahwasanya Ramadhan merupakan bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Di antara keberkahan yang terdapat dalam bulan Ramadhan adalah:

  1. Dilipatgandakannya Pahala Amal Kebaikan

Di antara keberkahan bulan ini adalah nilai setiap amal perbuatan akan dilipatgandakan, setiap amalan sunnah yang dilakukan pada bulan ini akan setara dengan amalan wajib pada bulan lainnya dan setiap amalan wajib yang dilakukan pada bulan ini setara dengan 70 kali lipat amalan wajib serupa pada bulan lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam salah satu sabda Nabi saw:

Siapa saja yang pada bulan Ramadhan mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan sunnah, maka seolah-olah dia seperti melakukan amalan wajib pada bulan lainnya. Dan siapa saja yang pada bulan Ramadhan melakukan amalan wajib, maka seolah-olah dia melakukan 70 amalan wajib pada bulan lainnya (HR Ibn Khuzaymah)

 

  1. Bulan Ditambahkannya Rezeki Orang Beriman

Keberkahan lain dari bulan ini adalah ia merupakan bulan kesabaran yang dapat mengantarkan orang-orang masuk surga, di samping ia juga merupakan bulan berbagi di antara sesama manusia karena pada bulan ini pula rezeki setiap orang yang beriman akan ditambahkan oleh Allah SWT. Nabi saw bersabda:

Dan Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan pahala dari kesabaran adalah surga; Ramadhan juga merupakan bulan berbagi; dan ia juga bulan ditambahkannya rezeki orang yang beriman (HR Ibn Khuzaymah).

 

  1. Besarnya Pahala Memberikan Jamuan Berbuka Kepada Orang yang Berpuasa

Karena bulan ini merupakan bulan ditambahkannya rezeki orang yang beriman, Nabi saw memotivasi umatnya untuk mau berbagi kepada sesama dengan cara memberikan jamuan berbuka kepada orang yang berpuasa. Dalam satu keterangan, setidaknya terdapat empat keutamaan bagi siapa saja yang melakukan hal ini, yaitu:

  1. Diampuni segala dosanya
  2. Dibebaskan dari neraka
  3. Mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa.

Ketiga keutamaan di atas disebutkan oleh Nabi saw dalam salah satu sabdanya:

Maka siapa saja yang memberikan jamuan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa, maka hal itu sebagai pengampunan terhadap dosa-dosanya, membebaskannya dari api neraka, dan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang sedang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya (HR Ibn Khuzaymah).

 

  1. Mendapatkan kesempatan meminum air dari telaga Nabi saw yang setelah meminumnya, dia tidak akan pernah kehausan sehingga dia masuk surga, sebagaimana disebutkan dalam salah satu sabdanya:

Dan siapa saja yang pada bulan Ramadhan mengenyangkan orang yang berpuasa, maka All?h akan memberikannya seteguk minuman dari telagaku yang dia tidak akan kehausan sehingga dia memasuki surga (HR Ibn Khuzaymah).

 

Namun demikian, jangan pernah menyangka bahwa memberikan jamuan berbuka kepada orang yang berpuasa harus dalam bentuk makanan atau minuman dalam jumlah yang banyak. Karena kalau seperti ini, tentu tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Oleh karenanya, Nabi saw menyatakan bahwa pahala ini dapat diraih oleh siapa saja yang memberikan sebutir kurma, seteguk air, atau segelas susu sebagai jamuan kepada orang yang sedang berpuasa:

Allah akan memberikan pahala seperti ini kepada siapa saja yang memberikan jamuan berbuka kepada orang yang berpuasa berupa: sebutir kurma, seteguk air, atau segelas susu (HR Ibn Khuzaymah).

 

  1. Perintah Memperbanyak Melakukan 4 Perkara

Setelah menyebutkan beberapa keutamaan bulan Ramadhan, Nabi saw juga menyebutkan 4 perkara yang sebaiknya dilakukan pada bulan ini, yaitu:

  1. Membaca Syahadat
  2. Membaca Istighfar
  3. Memohon keridlaan dan surganya Allah
  4. Memohon perlindungan dari murka dan nerakanya Allah

Dan pada bulan Ramadhan, perbanyaklah melakukan 4 perkara: 2 perkara yang kalian meraih dengannya keridaan Tuhan kalian dan 2 perkara lainnya merupakan sesuatu yang tidak boleh kalian tinggalkan. Maka Adapun 2 perkara yang kalian meraih dengannya keridaan Tuhan kalian adalah: mengucapkan syahadat bahwasanya tidak ada Tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan engkau beristighfar kepada-Nya. Adapun 2 perkara yang tidak boleh kalian tinggalkan adalah: engkau meminta kepada Allah surga dan berlindung kepada-Nya dari neraka. (HR Ibn Khuzaymah)

 

Keempat perkara ini sebenarnya kita sering membacanya pada bulan Ramadhan, ada yang membacanya menjelang Maghrib dan ada yang membacanya setelah salat Tarawih. Semuanya boleh dilakukan, karena Nabi saw hanya memerintahkan kita untuk memperbanyak melakukan amalan ini, tanpa menentukan waktunya secara khusus.

Namun demikian, kita juga perlu berhati-hati dengan bulan Ramadhan. Karena bukan hanya pahala saja yang akan dilipatgandakan, demikian pula halnya dengan dosa yang akan dilipatgandakan apabila kita melakukannya pada bulan Ramadhan. Jangan sampai kita terlena karena merasa banyak mendapatkan pahala yang dilipatgandakan dari amal kebaikan yang kita lakukan pada bulan ini, sehingga mengecilkan dosa yang kita perbuat.

Oleh karenanya, Rasulullah saw mewanti-wanti umatnya agar tidak menjadi pribadi yang dihinakan oleh Allah disebabkan melakukan perbuatan yang dilarang oleh-Nya pada bulan Ramadhan ini. Nabi saw menyatakan:

Sesungguhnya umatku tidak akan dihinakan selama mereka menghidupkan bulan Ramadhan. Beliau ditanya: Wahai Rasulullah, dan apakah mereka akan dihinakan karena menyia-nyiakan bulan Ramadhan Beliau menjawab: mereka akan dihinakan karena melakukan perkara yang diharamkan pada bulan tersebut. Maka siapa saja yang berzina atau meminum khamr pada bulan tersebut, maka Allah akan melaknatnya demikian pula halnya dengan para penghuni langit selama setahun. Maka apabila dia meninggal sebelum mendapati bulan Ramadhan, maka di sisi Allah tidak ada kebaikannya yang dapat menyelamatkannya dari neraka. Maka berhati-hatilah kalian dengan bulan Ramadhan, karena sesungguhnya kebaikan akan dilipatgandakan pada bulan tersebut yang tidak dilipatgandakan pada bulan lainnya, demikian pula halnya dengan keburukan. (HR At-Tabrani)

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai pribadi-pribadi yang tidak dihinakan oleh-Nya dengan cara meninggalkan perbuatan dosa pada bulan ini dan memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya guna meraih pahala yang berlipat ganda.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment